Hukum Mengucapkan dan Menjawab Salam Kepada Non Muslim


1. Hukum Mengucapkan Salam Kepada Non Muslim

Dari Abu Hurairah R.A. Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَا تَبْدَءُوا الْيَهُود وَلَا النَّصَارَى بِالسَّلَامِ ، وَإِذَا لَقِيتُمْ أَحَدهمْ فِي طَرِيق فَاضْطَرُّوهُ إِلَى أَضْيَقه

Janganlah kalian awali megucapkan salam kepada Yahudi dan Nasrani. Apabila kalian bertemu salah seorang mereka di jalan, maka pepetlah hingga ke pinggirnya.” (HR. al- Muslim dari Abu Hurairah)

Mengenai hadits ini Imam Nawawi berkata, “Larangan yang disebutkan dalam hadits di atas menunjukkan keharaman, Inilah yang benar bahwa memulai mengucapkan salam pada orang kafir dinilai haram.” (Syarh Shahih Muslim, 14: 145).

Mengenai hadits ini yang dimaksud dengan salam adalah ucapan salam islam yang mendoakan keselamatan, keberkahan akhirat seperti Assalaamu’alaikum, Hayyakallah, Barakallahu fiik, dll yang bermakna doa sedangkan mengucapkan salam seperti selamat pagi, selamat siang, dll yang tidak bermakna doa itu tidak apa apa.

Dari Usamah bin Zaid -radhiallahu ‘anhu- dia berkata:

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَكِبَ حِمَارًا عَلَيْهِ إِكَافٌ تَحْتَهُ قَطِيفَةٌ فَدَكِيَّةٌ, وَأَرْدَفَ وَرَاءَهُ أُسَامَةَ بْنَ زَيْدٍ -وَهُوَ يَعُودُ سَعْدَ بْنَ عُبَادَةَ فِي بَنِي الْحَارِثِ بْنِ الْخَزْرَجِ- وَذَلِكَ قَبْلَ وَقْعَةِ بَدْرٍ. حَتَّى مَرَّ فِي مَجْلِسٍ فِيهِ أَخْلَاطٌ مِنْ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُشْرِكِينَ عَبَدَةِ الْأَوْثَانِ وَالْيَهُودِ, وَفِيهِمْ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أُبَيٍّ ابْنُ سَلُولَ وَفِي الْمَجْلِسِ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ رَوَاحَةَ. فَلَمَّا غَشِيَتْ الْمَجْلِسَ عَجَاجَةُ الدَّابَّةِ, خَمَّرَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أُبَيٍّ أَنْفَهُ بِرِدَائِهِ ثُمَّ قَالَ: لَا تُغَبِّرُوا عَلَيْنَا. فَسَلَّمَ عَلَيْهِمْ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ وَقَفَ فَنَزَلَ فَدَعَاهُمْ إِلَى اللَّهِ وَقَرَأَ عَلَيْهِمْ الْقُرْآنَ

“Bahwa Nabi -shallallahu ‘alaihi wasallam- mengendarai keledai yang di atasnya ada pelana bersulam beludru Fadaki, sementara Usamah bin Zaid membonceng di belakang beliau ketika hendak menjenguk Sa’ad bin ‘Ubadah di Bani Al Harits Al Khazraj, dan peristiwa ini terjadi sebelum perang Badar. Beliau kemudian berjalan melewati suatu majelis yang di dalam majelis tersebut bercampur antara kaum muslimin, orang-orang musyrik, para penyembah patung, dan orang-orang Yahudi. Dan di dalam majelis tersebut terdapat pula Abdullah bin Ubay bin Salul dan Abdullah bin Rawahah. Saat majlis itu dipenuhi kepulan debu hewan kendaraan, ‘Abdullah bin Ubay menutupi hidungnya dengan selendang sambil berkata, “Jangan mengepuli kami dengan debu.” Kemudian Nabi -shallallahu ‘alaihi wasallam- mengucapkan salam pada mereka lalu berhenti dan turun, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengajak mereka menuju Allah sambil membacakan Al-Qur’an kepada mereka.” (HR. Al-Bukhari no. 6254 dan Muslim no. 1798)

Di dalam hadits ini dijelaskan bahwa mengucapkan salam kepada suatu majlis yang terdiri dari orang muslim dan non muslim itu tidak apa apa sedangkan yang tidak boleh adalah mengucapkan salam kepada orang non muslim

2. Hukum Menjawab Salam Non Muslim

Kebanyakan ulama berpendapat wajib menjawab salam non muslim (salam yang benar bukan salam yang disimpangkan) tapi bukan dengan ucapan salam yang mendoakan keselamatan, keberkahan, dll yang mengandung doa melainkan dengan hanya menjawab wa’alaikum

إِذَا سَلَّمَ عَلَيْكُمْ أَهْلُ الْكِتَابِ فَقُولُوا وَعَلَيْكُمْ

Jika seorang ahli kitab (Yahudi dan Nashrani) memberi salam pada kalian, maka balaslah dengan ucapan wa’alaikum.” (HR. Bukhari no. 6258 dan Muslim no. 2163)

Dalam hadits ini sudah jelas jika menjawab salam orang non muslim kita jawab saja dengan ucapan wa’alaikum

مَرَّ يَهُودِىٌّ بِرَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسل فَقَالَ السَّامُ عَلَيْكَ . فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم  « وَعَلَيْكَ » . فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم  « أَتَدْرُونَ مَا يَقُولُ قَالَ السَّامُ عَلَيْكَ » . قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَلاَ نَقْتُلُهُ قَالَ « لاَ ، إِذَا سَلَّمَ عَلَيْكُمْ أَهْلُ الْكِتَابِ فَقُولُوا وَعَلَيْكُمْ »

Ada seorang Yahudi melewati Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu ia mengucapkan ‘as saamu ‘alaik’ (celaka engkau).” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas membalas ‘wa ‘alaik’ (engkau yang celaka). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas bersabda, “Apakah kalian mengetahui bahwa Yahudi tadi mengucapkan ‘assaamu ‘alaik’ (celaka engkau)?” Para sahabat lantas berkata, “Wahai Rasulullah, bagaimana jika kami membunuhnya saja?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jangan. Jika mereka mengucapkan salam pada kalian, maka ucapkanlah ‘wa ‘alaikum’.” (HR. Bukhari no. 6926)

Berhati hatilah kalian jika mendengar seorang non muslim mengucapkan salam kepada kalian karena mungkin itu adalah salam yang disimpangkan maka jika itu adalah salam yang disimpangkan jawablah sama seperti menjawab salam yang benar yaitu jawab dengan wa’alaikum hanya saja menjawab salam yang disimpangkan menurut para ulama tidak wajib. Tapi pada saat itu kondisi peperangan maka banyak yang menyimpangkan salam tapi menurut saya kalo jaman sekarang sepertinya sudah sedikit yg seperti itu

7 thoughts on “Hukum Mengucapkan dan Menjawab Salam Kepada Non Muslim

  1. ketika didalam suatu rumah ada beberapa orang islam dan seorang non islam , lantas yang islam mengucapkan salam untuk penghuni rumah tersebut, bukan tertuju untuk si non muslim tersebut. lantas si non islam menjawab salam kita tersebut dengan lengkap, selayaknya orang islam yang menjawab.
    apakah ada hukum tentang hal itu??

  2. saya mau tanya boleh kan,
    bagaimana jika ada orang yang tidak kita kenal, mengucapkan salam kepada kita, sementara kita tidak tahu orang itu muslim atau tidak, dia mengucapkan salam yg sebenarnya kpd kita,
    kalau dia perempuan yg memakai jilbab kemungkinan kan muslim, tp klw tidak berjilbab bagaimana, khan zaman skrang byk wnita mengaku islam tp tidak bejilbab…..

  3. Klw menurut saya walaupun mereka non muslim balaslah dengan salam yang lengkap karena mereka juga hamba Allah yang berhak untuk mendapat hidayah dan perlu diingat tidak ada manusia di muka bumi ini yang berhak untuk menghalangi siapapun untuk mendapatkan hidayah dari Allah, mudah2an dengan balasan salam dari kita yang penuh do’a ini mereka mendapat petunjuk jalan yang benar. Islam membenci kekafiran bukan orang kafir mari kita dekati mereka dan kita kasihi mereka sehingga mereka tahu bahwa islam adalah agama yang menebarkan kasih sayang bukan kebencian sehingga mereka tertarik untuk masuk islam karena keindahan akhlak islam. Mengapa orang non islam sangat anti kepda islam karena kita salah mengartikan “islam benci kekafiran, bukan islam benci orang kafir” Andaikan semua orang islam berakhlak semulia yang saya sebut diatas pasti banyak orang non islam berduyun-duyun masuk islam, karena orang melihat kebenaran islam itu pertama bukan ajarannya tapi dari akhlak pemeluknya.Saya punya prinsip menolong orang tidak pernah melihat laterbelakang orang itu tetapi ketulusan yang harus di nomor satukan.

    • kita mendoakan mereka untuk mendapatkan hidayah agar masuk islam bukan mendoakan mereka untuk mendapatkan keselamatan akhirat. Karena selama mereka belum masuk islam maka mereka tidak dapat selamat dari api neraka. Islam memang tidak membenci orang kafir tapi membenci kekafiran, justru karena membenci kekafiran maka kita tidak mendoakan orang yang masih kafir untuk selamat di akhirat tapi kita doakan agar dia mendapat hidayah terlebih dahulu lalu masuk islam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s